Senin, 07 Juni 2010

Cicil Biaya Masuk Kampus mulai Bayi


BERAPA uang yang dibutuhkan hingga anak tuntas sekolah? Kapan harus mulai menabung? Berapa banyak yang harus disisihkan? Itu merupakan sedikit dari banyak pertanyaan yang mengganggu benak orang tua. Ini tentu tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan dengan masa depan anak.

Lalu, bagaimana jika di tengah perjalanan orang tua tidak bisa membiayai pendidikan anak? Mimpi buruk itu tentu tidak diharapkan terjadi, bukan? Untuk itu orang tua harus melakukan perhitungan cermat dan terencana agar si buah hati bisa menuntaskan pendidikannya hingga perguruan tinggi. Nah, untuk menghitung biaya pendidikan itu ada caranya.

Langkah tersebut perlu diterapkan agar orang tua tahu pasti berapa biaya yang harus disiapkan (future value) dan berapa yang harus disisihkan tiap bulan untuk mencapai jumlah tersebut. ''Paling tidak, jika sudah punya bayangan dana pendidikan, orang tua bisa menyesuaikan dengan penghasilannya saat ini dan tahu cara mencapai target tersebut,'' ujar praktisi asuransi dan pengelola situs asuransicerdas.com Wiwit Prayitno.

Menurutnya, perencanaan tersebut bisa dibuat sejak dini, sejak anak masih balita, bahkan sejak si anak masih dalam kandungan.

Sebagai permulaan, orang tua harus merancang terlebih dahulu jenjang pendidikan dan lama pendidikan yang harus ditempuh buah hati hingga tuntas. Umumnya, jenjang pendidikan meliputi SD selama enam tahun, SMP tiga tahun, SMA tiga tahun serta perguruan tinggi empat tahun. Sebelum menghitung jumlah biaya secara keseluruhan, orang tua harus berhitung biaya yang dibutuhkan di tiap-tiap jenjang dahulu.

Penghitungan dimulai untuk jenjang sekolah dasar. Katakanlah usia anak saat ini 2 tahun. Umumnya usia anak masuk SD adalah 6 tahun. Berarti masa persiapan orang tua sekitar 4 tahun. Anggap saja biaya masuk SD saat ini (present value) Rp 5 juta, berarti dengan asumsi inflasi (kenaikan) sebesar 10 per tahun per tahun, maka biaya masuk SD untuk 4 tahun yang akan datang setara dengan Rp 7.320.500,00. Untuk mendapatkan future value, rumus menghitungnya adalah PV x (1+inflasi)? atau FV = Rp 5 juta x (1+10%) pangkat 4. ''Besaran pangkat merupakan tahun persiapan biaya,'' kata Wiwit.

Jika sudah ketemu future value, orang tua bisa mendapatkan jumlah besaran dana yang harus disisihkan setiap tahun agar mencapai future value selama 4 tahun. Misalnya tingkat hasil investasi 15 persen per tahun, cara berhitungnya = FV/(1+inflasi)? atau jumlah tabungan per tahun= Rp 7.320.500,00/(1+15 persen) pangkat empat. Hasilnya akan didapat Rp 1.274.820 per tahun atau Rp 110.843 per bulan.

Perhitungan yang sama dilakukan juga untuk menentukan anggaran biaya dan tabungan SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi.

Sumber : Jawa Pos Juni 08, 2010

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | DreamyDonkey

Tidak ada komentar:

Posting Komentar